Pedoman Editorial OMA55 menjelaskan cara redaksi memilih, menyusun, memeriksa, menerbitkan, dan memperbarui konten. Pedoman ini berlaku untuk cerita horor, urban legend, pengalaman narasumber, tempat angker, serta ulasan film dan buku.
1. Jenis Konten dan Label
Fakta terverifikasi
Informasi sejarah, lokasi, tanggal, atau peristiwa yang didukung dokumen, lembaga resmi, jurnal, buku, atau media kredibel. Sumber dicantumkan apabila relevan bagi pembaca.
Pengalaman narasumber
Cerita yang disampaikan oleh orang yang mengaku mengalami atau menyaksikan suatu peristiwa. OMA55 dapat memastikan bahwa cerita disampaikan oleh narasumber, tetapi tidak otomatis dapat membuktikan penjelasan supernaturalnya.
Urban legend dan cerita rakyat
Cerita yang hidup di masyarakat dan dapat mempunyai banyak versi. Kata seperti “konon”, “menurut cerita”, atau “versi yang beredar” digunakan untuk mencegah legenda berubah menjadi klaim fakta.
Cerita fiksi
Karya kreatif yang dibuat untuk hiburan. Tokoh, dialog, lokasi, dan rangkaian kejadian dapat merupakan hasil imajinasi penulis. Artikel fiksi diberi label yang jelas.
2. Pemilihan Sumber
Untuk informasi faktual, OMA55 mengutamakan lembaga pemerintah, pengelola resmi lokasi, jurnal, buku, dokumen sejarah, dan media kredibel. Sumber yang hanya mengulang rumor tidak digunakan sebagai satu-satunya dasar untuk menyatakan sesuatu sebagai fakta.
Artikel dapat memuat beberapa versi cerita apabila perbedaannya penting. Redaksi menjelaskan apabila sumber awal tidak ditemukan atau bukti yang tersedia terbatas.
3. Penyuntingan Pengalaman Narasumber
- Bahasa dapat dirapikan tanpa sengaja mengubah inti pengalaman.
- Urutan kejadian dapat ditata agar lebih mudah dipahami.
- Nama dan detail pribadi dapat disamarkan.
- Kutipan tidak boleh dibuat seolah-olah berasal dari narasumber apabila tidak pernah disampaikan.
- Klaim supernatural tetap diposisikan sebagai pengalaman atau interpretasi narasumber.
4. Keselamatan dan Penghormatan
OMA55 tidak mendorong pembaca memasuki lokasi terlarang, rel aktif, bangunan rusak, terowongan, makam, atau lahan pribadi demi membuktikan sebuah cerita. Informasi lokasi harus mempertimbangkan izin, keselamatan, privasi warga, dan penghormatan terhadap korban peristiwa nyata.
5. Gambar dan Ilustrasi
Gambar harus merupakan karya orisinal, berlisensi sesuai penggunaan, berada dalam domain publik, atau digunakan dengan izin. Ilustrasi buatan digital diberi alt text dan caption yang sesuai. Gambar ilustratif tidak boleh disajikan sebagai dokumentasi kejadian nyata.
6. Perangkat Bantu Digital dan AI
Perangkat bantu dapat digunakan untuk transkripsi, ide struktur, pemeriksaan bahasa, riset awal, serta pembuatan ilustrasi. Semua hasil harus diperiksa sebelum diterbitkan. Informasi yang dihasilkan perangkat bantu tidak dianggap sebagai sumber dan tidak menggantikan verifikasi manusia.
7. Koreksi dan Pembaruan
OMA55 memperbaiki kesalahan faktual yang dapat dibuktikan. Pembaruan kecil seperti ejaan dapat dilakukan tanpa catatan khusus. Perubahan yang memengaruhi makna, sumber, atau kesimpulan artikel sebaiknya dijelaskan melalui catatan pembaruan.
Koreksi dapat dikirim melalui halaman Kontak OMA55 dengan menyertakan URL artikel, bagian yang dipersoalkan, dan sumber pendukung.
8. Privasi dan Konflik Kepentingan
Redaksi menghindari publikasi informasi pribadi yang tidak diperlukan. Apabila artikel dibuat melalui kerja sama atau mempunyai hubungan komersial yang relevan, keterangannya harus disampaikan secara jelas kepada pembaca.
9. Standar Akhir Sebelum Terbit
- Judul sesuai dengan isi dan tidak menyesatkan.
- Jenis cerita atau sumbernya dijelaskan.
- Fakta dan legenda dipisahkan.
- Tautan sumber dan internal link diperiksa.
- Gambar memiliki hak penggunaan, alt text, dan ukuran yang wajar.
- Artikel tidak memuat keyword secara berlebihan.
- Risiko keselamatan dan privasi telah dipertimbangkan.