Cerita horor kontrakan Tangerang yang dibawakan Shafira—juga disapa Vira—di kanal RJL 5 menarik perhatian karena berpusat pada pengalaman satu keluarga di rumah petakan. Dalam video yang terbit 25 Agustus 2026 itu, ia menyampaikan kembali kejadian yang menurutnya dialami kakak, ibu, ayah, dan dirinya sendiri pada 2007.
Gangguan yang mereka ceritakan tidak terjadi sekaligus. Awalnya hanya suara dari unit kosong. Kemudian muncul sosok yang menyerupai anggota keluarga, perempuan berbaju putih, pengalaman tersesat di sekitar makam, hingga luka cakaran yang membuat keluarga memilih meninggalkan kontrakan. Tulisan ini merangkum kesaksian tersebut dengan konteks yang lebih runtut.
Catatan: kisah berikut merupakan pengalaman yang dituturkan narasumber dalam video RJL 5. OMA55 tidak memverifikasi kejadian supernaturalnya secara independen. Detail mengenai penampakan dan gangguan disajikan sebagai bagian dari kesaksian narasumber, bukan sebagai fakta yang telah terbukti.
Siapa Narasumber dalam Cerita Ini?
Vira menjelaskan bahwa pengalaman utama dialami kakaknya. Sang kakak tidak hadir langsung dalam program, sehingga urutan cerita disampaikan oleh Vira setelah ia mengonfirmasi kembali detailnya kepada kakak dan ibunya. Vira juga terlibat dalam sebagian kejadian bersama kedua orang tuanya.
Kisah berlangsung pada 2007, ketika kakaknya sedang hamil sekitar tujuh bulan. Keluarga tersebut mencari kontrakan yang lebih luas tetapi tetap dekat dengan tempat tinggal lama dan pekerjaan suaminya. Mereka menemukan tiga rumah petakan: kakaknya menempati unit paling pinggir, unit tengah kosong, sementara unit ketiga digunakan sebagai tempat menjahit yang tidak aktif sampai malam.
Mimpi Aneh Setelah Membayar Uang Muka
Menurut penuturan Vira, kondisi bangunan tampak biasa ketika pertama kali disurvei. Dapur dan kamar mandinya cukup luas, sementara harga sewanya dianggap masih masuk akal pada masa itu. Kakaknya kemudian membayar uang muka.
Malam setelah keputusan tersebut, kakaknya bermimpi melihat kontrakan dalam keadaan sangat berbeda: lembap, berlumut, dan tidak nyaman. Ia sempat menganggapnya sebagai pertanda buruk, tetapi suaminya menilai itu hanya mimpi. Karena uang muka sudah dibayar, mereka tetap pindah sekitar satu minggu kemudian.
Bagian ini mulai diceritakan sekitar menit 05:29 dalam video.
Suara Keluarga dari Rumah yang Kosong
Hari-hari pertama berlangsung normal. Gangguan pertama muncul sekitar pukul sebelas malam. Kakaknya mendengar percakapan orang dewasa serta suara anak kecil bermain dari unit tengah. Hal itu terasa ganjil karena rumah tersebut belum dihuni.
Keesokan paginya, pintu unit tengah masih tertutup dan bagian dalamnya terlihat kosong melalui jendela yang belum dipasangi tirai. Suara itu terdengar lagi pada malam yang berbeda, kali ini ketika kakaknya sedang berbicara dengan suaminya. Menurut Vira, percakapan samar dari sebelah terdengar seolah mengikuti irama percakapan mereka.
Kejadian rumah kosong tersebut dapat diikuti mulai menit 07:30.
Perempuan Berbaju Putih Menyapu Teras
Menjelang magrib pada hari lain, kakaknya melihat seorang perempuan berusia sekitar tiga puluhan di unit tengah. Sosok itu memakai baju putih, rambutnya diikat, dan bergerak seperti sedang menyapu pelan. Tidak ada sapaan atau kontak mata.
Pagi berikutnya, unit itu tetap kosong. Debu dan daun-daun di teras juga masih terlihat, sehingga kakaknya mempertanyakan apa yang sebenarnya ia saksikan. Pengalaman ini memperkuat kesan bahwa aktivitas di rumah tengah tidak berasal dari penghuni biasa.
Penuturan tentang perempuan tersebut dimulai sekitar menit 11:04.
Sosok yang Menyerupai Anggota Keluarga
Ketika kakaknya menjalani persalinan, Vira bersama ibu, ayah, dan adiknya menginap di kontrakan untuk menjaga rumah. Pada malam pertama, ibunya melihat sosok yang sangat mirip dengan suaminya berjalan menuju kamar mandi. Gerakannya kaku dan tidak menyapa.
Karena tidak terdengar suara air dan sosok itu tidak kembali, sang ibu memeriksa ruang tamu. Ayah Vira ternyata masih tertidur di tempat semula. Pada malam berbeda, ibunya kembali melihat sosok menyerupai suami kakaknya berdiri dan menatap ke arah tempat tidur. Setelah dikonfirmasi, orang tersebut masih berada di rumah sakit dan tidak pulang ke kontrakan.
Episode sosok menyerupai anggota keluarga muncul mulai menit 15:43. Dalam klasifikasi horor, motif seperti ini berdekatan dengan tema doppelgänger atau peniru identitas. Pembaca dapat melihat pembahasan yang lebih luas dalam artikel tujuh jenis cerita horor dan ciri-cirinya.
Perempuan Menggendong Bayi di Tengah Malam
Setelah bayi lahir dan keluarga kembali ke kontrakan, gangguan yang paling diingat terjadi di kamar tidur. Kakaknya biasa memasang ayunan untuk bayi, tetapi suatu malam lupa mengaitkannya kembali.
Ketika terbangun, ia mengaku melihat perempuan pucat berambut panjang dan berbaju putih sedang menggendong bayi. Sosok itu bergantian menatap kakaknya dan ayunan, seolah ingin menaruh bayi yang digendongnya. Kakaknya merasa sulit berbicara atau membangunkan suaminya. Ia kemudian memejamkan mata, berdoa dalam hati, dan akhirnya berhasil berteriak. Setelah lampu dinyalakan, sosok itu tidak lagi terlihat. Ayunan kemudian dilepas karena membuatnya takut.
Bagian ini terdapat sekitar menit 20:17.
Tersesat Berulang Kali di Sekitar Makam
Vira juga menceritakan pengalaman pribadinya saat berjalan bersama sang ibu untuk mencari jajanan selepas magrib. Mereka melewati area makam keluarga yang gelap. Ketika hendak pulang, keduanya merasa terus kembali ke makam yang sama meskipun telah mencoba jalan berbeda dan bertanya kepada warga.
Setelah membaca doa yang mereka ingat, keduanya akhirnya menemukan jalan pulang. Mereka merasa hanya pergi sekitar tiga puluh menit, tetapi keluarga menyebut mereka telah meninggalkan rumah selama beberapa jam. Menurut Vira, pengalaman tersesat serupa terjadi lebih dari sekali, meskipun tidak selama kejadian pertama.
Kisah perjalanan ini dimulai sekitar menit 22:16.
Gangguan Memuncak Setelah Upaya Pembersihan
Keluarga kemudian meminta bantuan seorang kenalan yang dianggap memahami gangguan semacam itu. Menurut Vira, orang tersebut langsung menyebut kontrakan sebagai tempat berkumpulnya sosok gaib dan menaburkan garam kasar di atas atap.
Vira mengklaim keadaan justru memburuk sesudahnya. Saat suami kakaknya tidur siang sendirian, ia bermimpi didatangi perempuan yang menyuruhnya pergi. Setelah bangun, ia merasakan sakit dan menemukan guratan seperti cakaran di beberapa bagian tubuh. Keluarga sempat meragukan penyebabnya, tetapi luka itu membuat mereka khawatir keselamatan bayi akan ikut terancam.
Kesaksian mengenai luka fisik disampaikan sekitar menit 27:37. Karena luka fisik memiliki banyak kemungkinan penyebab, pemeriksaan medis tetap merupakan langkah yang tepat dalam kejadian nyata.
Keluarga Memutuskan Pindah
Sehari setelah kejadian tersebut, keluarga meninggalkan kontrakan dan sementara tinggal di rumah mertua. Barulah saat itu mereka diberi tahu bahwa kawasan tersebut konon pernah menjadi area makam. Menurut Vira, bangunannya sendiri sudah lama berdiri ketika ditempati.
Mereka tinggal di sana kira-kira empat bulan. Setelah pindah, kakaknya tidak lagi mengalami kejadian serupa dan tidak merasa ada sesuatu yang mengikuti. Keputusan pindah diceritakan sekitar menit 30:19.
Bagaimana Kondisi Lokasinya Sekarang?
Vira mengatakan ia kembali melihat kawasan tersebut bertahun-tahun kemudian setelah ceritanya ramai dibicarakan. Lingkungannya sudah jauh lebih padat. Sebagian area yang dahulu berupa makam atau tanah kosong telah menjadi bangunan, sementara area makam yang tersisa sudah dibatasi tembok.
Ia dan pembawa acara memilih tidak menampilkan alamat serta foto bangunan secara jelas agar penghuni dan pemilik saat ini tidak terganggu. Sikap tersebut sejalan dengan prinsip dalam panduan etika mengunjungi tempat yang dianggap angker: jangan mendatangi properti pribadi tanpa izin dan jangan mengganggu warga demi membuat konten.
Mengapa Cerita Horor Kontrakan Tangerang Ini Menarik Perhatian?
Cerita horor kontrakan Tangerang ini memperoleh perhatian setelah video RJL 5 mengumpulkan ratusan ribu penayangan dalam waktu singkat. Ceritanya terasa dekat karena latarnya bukan bangunan terkenal, melainkan rumah sewa sederhana yang dapat ditemui di banyak kota. Ancaman juga berkembang perlahan dari suara, penampakan singkat, gangguan tidur, hingga kekhawatiran terhadap keluarga dan bayi.
Vira mengatakan baru berani menyampaikan kisahnya setelah tidak lagi tinggal dekat lokasi tersebut. Sebelum tampil, ia menanyakan kembali urutan kejadian kepada kakak dan ibunya. Meski langkah itu membantu konsistensi penuturan, kisahnya tetap merupakan kesaksian keluarga. Pembaca dapat memahami mengapa pola cerita lokal semacam ini terasa akrab melalui artikel mengapa cerita horor Indonesia terasa dekat.
Timeline Penting dalam Video
- 05:29 — Awal kisah dan keputusan menyewa kontrakan.
- 07:30 — Suara percakapan dari unit kosong.
- 11:04 — Perempuan berbaju putih terlihat menyapu.
- 15:43 — Sosok menyerupai ayah Vira berjalan ke kamar mandi.
- 20:17 — Penampakan perempuan yang menggendong bayi.
- 22:16 — Vira dan ibunya tersesat di sekitar makam.
- 27:37 — Suami kakaknya terbangun dengan luka.
- 30:19 — Keluarga memutuskan pindah.
- 45:19 — Alasan Vira akhirnya membagikan kisah tersebut.
Pelajaran Praktis Saat Memilih Kontrakan
- Survei pada siang dan malam hari untuk menilai suara, pencahayaan, akses, dan lingkungan.
- Tanyakan kondisi bangunan kepada pemilik serta warga sekitar tanpa menyebarkan tuduhan.
- Periksa ventilasi, kelembapan, instalasi listrik, plafon, dan potensi hewan di atap.
- Dokumentasikan luka, gangguan tidur, atau gejala kesehatan dan cari bantuan medis bila diperlukan.
- Utamakan keselamatan keluarga; pindah dapat menjadi keputusan masuk akal jika tempat tinggal terus menimbulkan tekanan.
- Jangan mendatangi alamat yang beredar tanpa izin karena rumah tersebut dapat dihuni orang lain.
Untuk memisahkan kesan menyeramkan dari masalah bangunan yang dapat diperiksa, gunakan panduan tanda kontrakan angker dan cara memeriksanya. Panduan tersebut membahas suara pipa, ventilasi, pintu, pencahayaan, serta langkah pemeriksaan yang aman.
FAQ
Siapa narasumber cerita kontrakan Tangerang ini?
Narasumber yang tampil adalah Shafira atau Vira. Ia menceritakan kembali pengalaman yang terutama dialami kakaknya, dengan beberapa kejadian turut dialami Vira dan kedua orang tuanya.
Kapan pengalaman tersebut berlangsung?
Menurut Vira, rangkaian kejadian berlangsung pada 2007 dan keluarga menempati kontrakan tersebut sekitar empat bulan.
Apakah alamat kontrakan disebutkan?
Tidak secara rinci. Video hanya menyebut kawasan Tangerang. Lokasi serta foto bangunan tidak ditampilkan secara jelas demi menjaga privasi penghuni dan pemilik saat ini.
Apakah ceritanya sudah terbukti?
Tidak ada verifikasi independen yang disajikan. Artikel ini merangkum kesaksian narasumber dan membedakan penuturan pengalaman dari fakta yang dapat diperiksa.
Kesimpulan
Cerita horor kontrakan Tangerang versi Vira berkembang dari keputusan menyewa rumah yang tampak biasa. Suara dari unit kosong, penampakan perempuan, sosok peniru, pengalaman tersesat, dan luka yang tidak dipahami menjadi alasan keluarga pergi. Terlepas dari cara pembaca menafsirkan kejadian itu, kisahnya mengingatkan pentingnya memeriksa hunian dengan tenang, mempertimbangkan keselamatan, dan menghormati privasi orang yang tinggal di lokasi saat ini.
Sumber utama: video “Kontrakan Tangerang Ini Isinya Jenazah Semua? Satu Keluarga Minggat Diteror Hantu”, RJL 5 – Fajar Aditya, dipublikasikan 25 Agustus 2026. Ringkasan ditulis ulang secara editorial dan tidak menggantikan video asli.
